Media Informasi dan Komunikasi yang dewasa ini berkembang mengikuti perkembangan zaman, berdampak pada kemajuan masyarakat dalam memanfaatkan sarana informasi dan komunikasi. Dampak dari pemanfaatan media informasi modern sedikit demi sedikit menggeser media tradisional. Pertunjukan rakyat sebagai contoh, mempunyai fungsi antara lain menyampaikan pesan informasi. Untuk itulah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi DIY menggelar Pemodelan Aktivitas Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) dan Pertunjukan Rakyat.
Kegiatan pemodelan ini mengambil tempat di Pendopo Kecamatan Depok pada Kamis, 24 Juni 2013 dengan menghadirkan tokoh masyarakat yang mempunyai kelompok media informasi dan pertunjukan rakyat, termasuk Paguyuban Macapat Tri Sasana Budaya Kecamatan Depok. Aktivitas KIM ini mengambil Tema “ Memberdayakan KIM dan Mengembangkan Pertunjukan Rakyat Sebagai Saluran Komunikasi “.
Sekitar pukul 09.00 dimulai dengan sambutan sekaligus pembicara oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Informasi Dishubkominfo DIY Drs. Martan Kiswoto, M.Si. Dalam penyampaian materinya, beliau mengambil topik “ Aktivitas Pokok KIM di Pedesaan “. Hadir pula Dosen dan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi STPMD “ APMD “ Yogyakarta , Ade Chandra, S.Sos., M.Si. dengan mengangkat materi “ Potensi Lembaga Komunikasi Sosial Sebagai Media Komunikasi dan Saluran Informasi Pedesaan “, kemudian Guru SMK 1 Kasihan ( SMKI ) Bantul Drs. Ardani, M.Pd. dengan topik “ Menyiapkan Pertunjukkan Rakyat Sebagai Media Penyampaian Pesan “.
Menurut Ade Chandra, fungsi komunikasi sosial bisa terbentuk dengan adanya pembentukan dari dalam, pernyataan eksistensi diri, dan untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan dan memperoleh kebahagiaan. Melalui komunikasi sosial kita bisa bekerja sama dengan anggota masyarakat ( keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, RW, Desa, Kota dan Negara secara keseluruhan ) untuk mencapai tujuan. Komunikasi sosial berkontribusi dalam pelaksanaan program – program pembangunan dalam rangka menciptakan perubahan pada suatu sistem sosial yakni perubahan sosial.
Selanjutnya dalam makalah yang disampaikan oleh Drs. Ardani, M.Pd disampaikan bahwa pertunjukan selama perjalanan sejarah memperlihatkan keragaman fungsi, antara lain sebagai arana ritual, sarana hiburan pribadi dan sebagai presentasi estetis. Pemilahan ke dalam 3 fungsi tersebut berdasarkan kepentingan pengamat atau penontonnya. Kementrian Komunikasi dan Informatika menilai pertunjukan rakyat adalah media yang relatif cukup ampuh dalam penyampaian pesan langsung kepada rakyat, terutama dalam penyampaian program – program pemerintah.
Dalam penyampaian materi tersebut, seringkali pemateri membawakan tembang macapat dan gending – gending jawa. Musik pengiringpun memakai lagu – lagu jawa dan campursari. Sangat mendukung sekali tema pertunjukan rakyat. Acara diakhiri dengan pentupan dan makan siang. ( /and)
Be the first to comment