Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-85

Kapolsek Depok Barat membacakan sambutanHari Sumpah Pemuda senantiasa diperingati setiap tahunnya dari level Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah. Tahun 2013 ini peringatan HSP jatuh pada hari Senin, 28 Oktober 2013. Bertempat di halaman Kantor Camat Depok, pelaksanaan upacara HSP Ke-85 ini berjalan lancar dan khidmat. Petugas Upacara berasal dari Pemerintah Desa Caturtunggal dan yang menjadi Komandan Upacara adalah Kabag Pemerintahan Andi Sofyan, M.Pd.. Adapun Petugas Paduan Suara berasal dari Guru – Guru SD Se-Kecamatan Depok. Inspektur Upacara adalah Kompol Wahyu selaku Kapolsek Depok Barat.

Pada kesempatan tersebut, Irup membacakan sambutan Bupati Sleman dalam Peringatan HSP tahun ini. Tema nasional Peringatan HSP Tahun 2013 yaitu Mewujudkan Pemuda yang Santun, Cerdas, Inspiratif dan Berprestasi. Diharapkan Pemuda Indonesia adalah pemuda yang punya etika, mempertahankan nilai – nilai adiluhung, cendikiawan, pandai , sehingga mampu memberikan inspirasi terhadap pemuda lainnya. Prestasi dalam segala bidan pun juga harus ditunjukkan pemuda – pemudi.

Sri Purnomo mengatakan bahwa saat ini kita memerlukan figur-figur pemuda yang santun, cerdas, inspiratif dan berprestasi. Pemuda yang santun adalah pemuda yang memiliki budi pekerti, berakhlak mulia, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta peduli terhadap sesama. Pemuda Indonesia dituntut untuk santun dalam perkataan, pikiran dan perbuatan. Pemuda yang cerdas merupakan pemuda yang memiliki kemampuan inovasi dan kreatifitas yang tinggi, yang mampu mengatasi berbagai persoalan dihadapinya, yang memiliki kompetensi sehingga akan mampu bertahan dan akan unggul dalam menghadapi persaingan global.

Pemuda yang inspiratif adalah pemuda yang mampu memberikan inspirasi bagi pembangunan bangsanya, inspirasi bagi perubahan dan inspirasi dalam mengembangkan generasi yang unggul dan berdaya saing. Pemuda yang berprestasi adalah pemuda yang senantiasa berorientasi pada kejayaan, keunggulan dan kegemilangan masa depan. Pemuda yang berprestasi adalah pemuda yang tidak mudah menyerah, bertanggungjawab dan senantiasa melakukan yang terbaik untuk dirinya, masyarakatnya dan untuk bangsanya.

Pada momentum yang penting tersebut bupati berharap agar setiap pemuda juga mengedepankan budaya yang merupakan jati diri insan Yogyakarta. Salah satu budaya Ngayogyakarta adalah kehidupan yang rukun dan guyub serta mengedepankan rasa kegotongroyongan dan musyawarah. Berkenaan dengan hal tersebut saya mengajak seluruh masyarakat Sleman terutama para pemuda dan pelajar agar memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kerukunan dan keguyuban kehidupan masyarakat sehingga dapat menjadi pioneer dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Menyambut Hari Puspa dan Satwa yang akan kita peringati pada 5 November mendatang saya mengajak seluruh masyarakat Sleman menjaga ekosistem lingkungan dan menjaga keanekaragaman puspa dan satwa agar tetap lestari keberadaannya. Yang jelas Kabupaten Sleman berkomitmen menjaga kelestarian flora dan fauna asli Sleman. Salah satu bentuk komitmennya adalah dengan menetapkan salak pondoh dan burung punglor sebagai flora dan fauna identitas Kabupaten. Komitmen tersebut dituangkan melalui SK Bupati No.93/SK.KDH/A/1999 tentang flora dan fauna identitas daerah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*