Monev Pembangunan Infrastruktur, Camat dan Forkompimka Adakan Kunjungan Kerja ke Caturtunggal

Caturtunggal – Camat Depok beserta jajaran dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimka) melakukan Kunjungan Kerja ke Desa Caturtunggal. Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan infrastruktur di 4 Padukuhan yaitu Tambakbayan, Seturan, Tempel dan Santren pada hari Selasa (16/9) sekitar pukul 08.30.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut jajaran Pemerintah Desa Caturtunggal, BPD, Polsek Depok Raya, Koramil 11 Depok, Puskesmas Depok 1, 2, dan 3, Kepala UPT Yandik, KUA, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Dapil Depok-Berbah, dan tokoh masyarakat Caturtunggal. Acara kunjungan dimulai dari Balai Desa Caturtunggal sebagai titik kumpul.

Camat Depok Abu Bakar menuturkan bahwa kunjungan tahun ini merupakan giliran ke Desa Caturtunggal setelah tahun sebelumnya di Desa Maguwoharjo. “Sebagai wilayah perkotaan, Desa Caturtunggal merupakan desa dengan potensi pajak bumi bangunan, hotel dan resto terbesar se-Kabupaten Sleman. Sebagai penyumbang pajak terbesar ini, Pemerintah Kecamatan Depok berupaya memprioritaskan pembangunan fisik melalui Musrenbang maupun pokok-pokok pikiran DPRD”, papar Abu saat memberikan sambutannya sebelum memulai rute kunjungan di Pendopo Puspadenta Desa Caturtunggal.

Lebih lanjut Abu menuturkan bahwa sumber dana pembangunan desa antara lain berasal dari Alokasi Dana Desa, Dana Desa maupun Bantuan Keuangan Khusus dari Kabupaten. “Untuk itulah kita lakukan monev untuk melihat langsung hasil pembangunan fisik di Desa Caturtunggal”, lanjut Abu.

Selepas pembukaan dan doa yang dipimpin oleh Aminudin Aziz, Sekretaris Desa Caturtunggal, kunjungan pun dimulai dengan iring-iringan mobil menuju 4 padukuhan yang akan dimonev. Di Tambakbayan, Forkompimka didampingi Kepala Desa meninjau jalan konblok seluas 588 m persegi dengan sumber anggaran Dana Desa (DD) tahap 1 Tahun 2019 swadaya masyarakat sekitar Rp 15.956.000. Dilanjutkan di Padukuhan Seturan dengan melihat hasil pengaspalan jalan seluas 2.000 m persegi yang bersumber dari DD Tahap II tahun 2018 senilai Rp 21.000.000,- dan BKK Tahap 1 Tahun 2019 senilai Rp 89.000.000,- serta dana swadaya masyarakat senilai Rp 75.485.000,-.

Kunjungan ketiga dilanjutkan ke Padukuhan Tempel dengan meresmikan proyek drainase yang bersumber dari DD Tahap II Tahun 2018 senilai Rp 14.000.000,-, proyek sudetan bersumber dari DD Tahap II tahun 2018 senilai 18.000.000,- dan aspal jalan yang bersumber dari BKK Tahap 1 Tahun 2019 senilai Rp. 89.000.000,-. Selain itu proyek pembangunan di Tempel ini didukung oleh dana swadaya sebesar Rp 144.467.000,-.

Acara kunjungan kerja berakhir di Gedung Olah Raga Santren yang menelan biaya dari DD senilai 152.005.600 dan swadaaya masyarkat 171.598.700,-.

“Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan pembangunan di wilayah Desa Caturtunggal juga didanai dari dana yang bersumber dari bagi hasil pajak dan retribusi, pendapatan asli desa, serta bantuan donatur atau Corporate Social Responsibility”, papar Agus Santoso, Kades Caturtunggal.

Dalam kesempatan tersebut Agus juga meresmikan secara langsung Gedung Olah Raga di Padukuhan Santren dan Proyek pembangunan di Padukuhan Tempel dengan penandatanganan prasasti didampingi Forkompimka, Dinas PMD, BPD dan Dukuh terkait.

Tentang admin 1205 Articles
Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*