Menyambut Hari Jadi Ke-102 Kabupaten Sleman, Panitia Peringatan Hari Jadi Tingkat Kecamatan Depok menggandeng PMI Sleman dan Rotary Club Mataram Yogyakarta dalam misi kemanusiaan yang dikemas dalam bentuk aksi donor darah. Pelaksanaan donor darah ini dilaksanakan usai gelar senam massal pada hari Jumat (11/5) sekitar puku 08.30. Adapun lokasi pelaksanaan donor darah dipusatkan di Gedung Sasana Anglocita Tama.
Dukungan aksi sosial ini datang langsung dari Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo dan Ketua RCMY. Sekretaris PMI Sleman pun turut hadir dalam menyukseskan acara tersebut. Dalam sambutannya, Ketua PMI DIY mengapresiasi langkah Pemerintah Kecamatan Depok yang sudah menggelar acara ini. Begitu juga dengan dukungan Pemkab Sleman terkait penjaminan biaya kantong darah untuk donor darah. Apresiasi tersebut disampaikan saat memberikan sambutan sebelum gelar senam massal.
Pihak panitia menargetkan 500 peserta donor darah. Sementara PMI Sleman menyiapkan sekitar 10 personil, 2 bed dan 8 kursi untuk donor darah. Sebelum diambil darahnya, para peserta diminta mengisi formulir kepersetaan yang memuat identitas pendonor, golongan darah, rekam jejak riwayat kesehatan dan donor darah. Kemudian calon pendonor di cek tekanan darah dan kadar hemoglobin serta wawancara sekilas riwayat penyakit dan kesehatan. Bila kondisi kesehatan calon pendonor dinyatakan layak dan sehat, maka diperbolehkan melakukan donor darah. Namun jika dinyatakan tidak layak, para calon pendonor dianjurkan untuk tidak melakukan donor darah demi kesehatan calon pendonor dan calon resipien.
Hingga pukul 14.00 tercatat 40 pendonor sudah melaksanakan donor darah. Tidak tercapainya target disebabkan karena kurangnya sosialisasi.
“Komunitas relawan mungkin belum mendapatkan informasi, apalagi situasi Gunung Merapi yang sedang erupsi freatik. Dimungkinkan baru terkonsentrasi ke sana”, ujar salah satu petugas dari PMI Sleman.
Sebenarnya calon pendonor lebih dari itu, namun karena tidak layak dari sisi kesehatan, makanya yang bisa mendonorkan darah baru kisaran 40-an. Ketidaklayakan tersebut seperti dari sisi tekanan darah, kadar hemoglobin, penyakit, jangka waktu setelah donor darah sebelumnya dan menstruasi bagi perempuan yang belum memenuhi ambang jarak minimal, dsb.
Sementara itu, Suroso salah satu panitia Peringatan Hari Jadi Ke-102 menuturkan bahwa pihaknya sudah mengundang dari aparat Polri dan TNI untuk berpartisipasi. “Mereka kita undang sekitar pukul 13.00 karena dibedakan waktunya tidak bersamaan senam supaya tidak berjubel dan antrian panjang”, imbuhnya.
Be the first to comment