Harkitnas : Momentum melecut kembali nilai kebersamaan dan cinta tanah air

Bulan Mei ini diadakan dua kali upacara yaitu upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman Ke-97 Tahun 2013 pada 15 Mei 2013 kemarin dan hari ini, Senin, 20 Mei 2013. Upacara kali ini merupakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-105. Seperti biasa, upacara diselenggarakan di halaman Kantor Kecamatan Depok yang dihadiri oleh karyawan kecamatan, Perangkat Desa, IGTKI, para Kepala Sekolah dan perwakilan guru, Puskesmas, UPT, KUA dan Muskpika seperti Polsek dan Koramil. Petugas upacara berasal dari Pemerintah Desa Condongcatur dengan Komandan Upacara Bapak Supriyadi, Dukuh Manukan Condongcatur dan Inspektur Upacara adalah Camat Depok Drs. Krido Suprayitno, S.E., M.Si.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Tifatul Sembiring, memberikan sambutan tertulis yang dibacakan oleh Inspektur Upacara mengajak seluruh peserta upacara mengucap syukur kehadirat Allah SWT karena seluruh masyarakat Indonesia masih diberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-105 Tahun 2013. Pentingnya memperingati hari bersejarah yang jatuh pada 20 Mei ini adalah dalam rangka menanamkan etos perjuangan bagi generasi berikutnya. Yaitu perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara yang maju, modern, adil dan sejahtera yang merupakan cita – cita bersama bangsa Indonesia.

Tifatul mengajak untuk mengenang semangat perjuangan The Founding Fathers untuk diambil teladan bagi generasi muda. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa.

Nilai – nilai Harkitnas masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan. para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan mahasiswa terumuskan dalam ikrar: Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa.  Sebuah gagasan agung yang begitu brilian.

Era globalisasi yang menjadi tantangan di abad ke-21 ini mengharuskan  uji daya saing dan keunggulan bangsa di tengah – tengah ajang kompetisi antar bangsa. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh, dunia serasa datar menjadi satu kesatuan. Untuk itulah, momentum Harkitnas harus mampu melecut kembali nilai – nilai kebersamaan sebagai bangsa dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangsa dan cinta tanah air.

Generasi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa. Karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah.

Kita semua tentu berharap agar setiap pihak meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih. Semoga nilai – nilai harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai NKRI.

Di akhir sambutannya, Menteri Kominfo memberikan sebuah pantun :

Lari tertatih pasangan angsa

Di tepi sawah berliku – liku

Mari kita raih kejayaan bangsa

Bekerjasama bahu membahu

Diakhir upacara, Kapolsek Bulaksumur memberikan ilmunya tentang LBB dalam bentuk koreksi selama upacara berlangsung. Selanjutnya, untuk petugas upacara bulan Juni berasal dari Kecamatan Depok, paduan suara dari IGTKI ( Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia ) Unit Kecamatan Depok. (/and)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*