Setelah diberikan waktu untuk mempersiapkan diri sekitar 1 (satu) minggu, akhirnya 6 Padukuhan dari 3 Desa yang diajukan dalam Lomba Wajah Padukuhan, pada 30 April sampai 2 Mei 2013 telah dinilai dan dievaluasi Tim Penilai dari Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman Ke-97 Tingkat Kecamatan Depok. Keenam Padukuhan yang telah dievaluasi tersebut adalah Padukuhan Dero dan Ngropoh dari Desa Condongcatur (30/4), Padukuhan Gowok dan Papringan dari Desa Caturtungal (1/5) serta Padukuhan Ringinsari dan Karangnongko Sanggrahan dari Desa Maguwoharjo (2/5).
Rata – rata tempat penilaian terpusat di Kantor Dukuh masing – masing. Sebelum Tim Penilai menuju kantor dukuh, karena ada penilaian fisik maka Tim Penilai keliling – keliling lingkungan padukuhan untuk melihat hasil kegiatan yang dilaksanakan guna menyambut Lomba Wajah Padukuhan. Sepanjang jalan masuk gapura padukuhan, sudah banyak umbul – umbul , rontek dan bendera menghiasi kiri kanan jalan. Semangat warga pun kian terasa dari hasil kerja bakti yang dikerahkan para Dukuh untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang bersih.
Di hari pertama penilaian, Selasa 30 April 2013 yang berlokasi di Padukuhan Dero, Desa Condongcatur rombongan Tim Penilai yang dipimpin langsung oleh Camat Depok Krido Suprayitno disambut oleh Kepala Dukuh Dero Ribut Suparman. Bersama – sama tokoh masyarakat dan pengurus kelembagaan yang ada di Padukuhan, salam hangat dan senyum warga menyambut kedatangan Camat dan rombongan.
Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Dukuh Dero. Dalam sambutannya Bapak Ribut Suparman mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai Lomba Wajah Padukuhan. Lebih lanjut beliau memberikan laporan – laporan kegiatan pembangunan fisik, program kerja padukuhan dan gambaran singkat mengenai Padukuhan Dero.
Setelah itu, Camat memberikan sambutannya sekaligus memohonkan izin kepada Tim Penilai agar diberikan waktu dan kesempatan. Selain ajang silaturahmi aparat Pemerintah Kecamatan Depok ke Padukuhan Dero, kegiatan ini juga merupakan wujud kemitraan antara Kecamatan, Desa dan warga masyarakat di tingkat padukuhan.
“ Selain silaturahmi Pemerintah Kecamatan Depok ke tingkat Padukuhan, kaitannya pembangunan fisik, pemerintah masih menunggu pengajuan proposal pembangunan hingga akhir Mei 2013”, jelasnya.
Kemudian Tim Penilai memulai mengevaluasi sesuai kriteria penilaian yang sudah ditetapkan. Dukuh beserta masyarakat setempat yang diwakili tokoh masyarakat / pengurus kelembagaan tingkat padukuhan juga diwawancara mengenai administrasi padukuha dan kelembagaan yang ada. Dalam kesempatan ini pula banyak tokoh masyarakat yang menggunakan kesempatan untuk menyampaiakan usulan, saran dan konsultasi terkait kependudukan, program pembangunan, dan sebagainya kepada Tim Penilai.
Penilaian pun dianggap cukup, kemudian Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Ibu Artoni Suwasti, S.H. selaku Koordinator Lomba memberikan hasil evaluasi penilaian yang telah disajikan Padukuhan Dero. Dalam sesi tersebut diberikan informasi kekurangan dan kelebihan mengenai administrasi. Beberapa di antaranya adalah PKK, Bina – Bina, Kelompok ikan yang belum ditampilkan. Selain itu, terkait pengelolaan sampah mandiri juga belum berjalan optimal.
“ Kecamatan Depok diharapkan mampu mengelola sampah mandiri karena kecamatan ini merupakan penyuplai sampah terbesar ke TPA Piyungan dan biaya retribusinya juga tinggi. Untuk itulah pengelolaan sampah hingga benar – benar tersisa residu sampah yang di buang ke TPA Piyungan bisa mengurangi residu sampah dan anggaran yang dahulu digunakan untuk membayar retribusi bisa dialihkan ke pembangunan lainnya”, tutur Ibu Atik panggilan sehari – hari Kasi Ekobang tersebut.
Belum selesai Kasi Ekobang memberikan evaluasinya, rombongan dari Pemerintah Desa Condongcatur yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Condongcatur Marsudi, S.H. tiba di Padukuhan Dero. Kedatangan perangkat desa tersebut tentunya meninjau dan mendampingi Kecamatan Depok dalam penilaian wajah padukuhan hari itu khusus di Desa Condongcatur.
Kades Marsudi mengatakan bahwa Desa Condongcatur memang butuh pendampingan dalam kaitannya administrasi, pembangunan fisik dan pengelolaan sampah mandiri. “ Kami berharap kegiatan pembinaan dan pendampingan administrasi terlaksana dengan baik dan benar sesuai dengan harapan masyarakat “, tutur Marsudi. Selanjutnya Kades yang juga berdomisili di wilayah Padukuhan Dero tersebut memohon doa restu agar Desa Condongcatur bisa menjadi contoh bagi Desa – Desa yang lain.
Sekitar pukul 10.00 Camat beserta rombongan mohon pamit untuk melanjutkan penilaian di Padukuhan Ngropoh. Suasana lingkungan yang penuh dengan umbul – umbul menghiasi mulai dari gapura padukuhan hingga Kantor Dukuh Ngropoh yang berada di Sub Padukuhan Nglaren. Menurut jadwal Padukuhan Ngropoh dinilai pukul 11.00, namun ternyata Tim Penilai hadir lebih awal. Guna mengisi waktu dan sambil menunggu pengurus kelembagaan di Padukuhan Ngropoh hadir, akhirnya acara diisi dengan berbincang – bincang mengenai kegiatan yang dilaksanakan. Sementara itu, Tim Penilai yang ditunjuk untuk menilai bangunan fisik dan sarana prasarana yang ada sudah mulai berkeliling untuk memantau dan menilai.
Setelah pengurus RT, RW, PKK, Karang Taruna dan tokoh masyarakat lainnya hadir, para Tim Penilai pun sibuk melihat, membuka arsip, menilai dan mewawancarai para pengurus. Dukuh Ngropoh Mujiyono menerangkan bahwa dengan persiapan yang mepet, namun semangat warganya cukup tinggi. Berdekatan dengan Kampus UPN, tentunya warga sementara/anak kos sangat banyak di sini sehingga menciptakan masyarakat yang kompleks dan dinamis.
“ Semangat masyarakat tinggi dan antusias sekali menyambut lomba ini. Kaitannya lahan pertanian, karena sangat terbatas dan sempit, akhirnya sektor pertanian menerapkan dan memanfaatkan lahan dengan teknologi pertanian vertical”, jelas Mujiyono Dukuh Ngropoh.
Camat Depok menilai, Padukuhan Ngropoh bisa menjadi contoh dalam pengelolaan lahan terbatas dengan menerapkan system vertical-culture. Sementara itu, Kades Concongcatur menilai masih perlu adanya koordinasi yang lebih instensif yang lebih baik untuk mengelola hal tersebut. Sama seperti di Padukuhan sebelumnya, setelah penilaian selesai Ibu Atik memberikan hasil evaluasinya secara garis besar karena memang penilaian harus transparan dan apa adanya. (/and)
-bersambung-
Artikel terkait :
– Penilaian Lomba Wajah Padukuhan : Potret Administrasi dan Lingkungan (1)
Be the first to comment