Hari terakhir evaluasi Lomba Wajah Padukuhan Tahun 2018 yang digelar Panitia Peringatan Hari Jadi Ke-102 Kabupaten Sleman Tingkat Kecamatan Depok memasuki hari terakhir. Kali ini pada hari Rabu (9/5) giliran Desa Caturtunggal dinilai tim penilai. Dua Padukuhan kembali menjadi sampel penilaian yakni RW 2 Padukuhan Karangwuni di sesi pertama dan RW 2 Padukuhan Ngentak. Di tengah peradapan kampus, kepadatan penduduk dan pusat perekonomian serta perdagangan, menjadikan kawasan tersebut layak menyandang gelar perkotaan.
Masuk ke lokasi penilaian, rombongan tim penilai disambut oleh pasukan bergada lengkap dengan kostum dan instrumen musik. Iringan lagu jawa menyambut kedatangan tim penilai dari sisi selatan. Di sisi utara para tokoh masyarakat, Dukuh Karangwuni, Sarwiyono mendampingi Kades Caturtunggal Agus Santoso dan jajaran Pemdes Caturtunggal turut menyambut kedatangan tim.
Dalam sambutannya, Agus Santoso mengucapkan terima kasih kepada tim penilai yang sudah mengevaluasi Padukuhan Karangwuni. “Di tengah kesibukan, Bapak/Ibu masih bisa meluangkan waktu untuk silaturahmi”, ujarnya. Kemudian diserahkan uang bantuan pelaksanaan lomba dari Pemdes Caturtunggal yang diserahkan langsung oleh Kades, dan diterima langsung oleh Dukuh Karangwuni.
Tim pun bergegas melakukan penilaian seperti dua hari berikutnya. Usai menilai, rombongan tim penilai melanjutkan ke lokasi kedua di RW 2 Padukuhan Ngentak yang lokasinya di sebelah utara Jembatan Layang Janti. Usai diterima oleh Dukuh Ngentak Bapak Rubimin, bersama masyarakat dan tokoh masyarakat, tim pun menilai lokasi-lokasi yang dijadikan sampel penilaian. Pihak Pemdes Caturtunggal pun kembali menyerahkan bantuan uang untuk lomba ini yang diserahkan oleh Sekdes Caturtunggal Aminudin Aziz dan diterma langsung oleh Rubimin, Dukuh Ngentak.
Dari hasil evaluasi di dua Padukuhan tersebut, didapat gambaran bahwa lingkungan tersebut sama-sama padat penduduk. Lokasi berdekatan dengan kampus-kampus sehingga banyak berdiri pemondokan dan kos-kosan. Namun, kebersihannya luar biasa.
“Kami tidak menemukan sampah liar berserakan”, ujar Isti Fajarah selaku Koordinator Lomba Wajah Padukuhan yang juga Kasi Ekobang. “Kalaupun ada, tapi sudah ditempat sampah.
Namun dari sisi administrasi kependudukan, ternyata di setiap Padukuhan yang dievaluasi ternyata hampir sama permasalahannya. Yaitu buku-buku register pelayanan adminduk belum dipisah. “Monggo untuk Pak Dukuh, Pak RT dan Pak RW agar dibedakan sesuai permasalahannya sehingga lebih mudah mendata”, tambahnya.
Apresiasi yang lainnya yaitu walaupun di tengah kawasan yang masuk daerah perkotaan, namun semangat gotong royong warga masih tinggi. Terbukti dari polesan cat fasilitas umum dan umbul-umbul yang merata hampir di seluruh wilayah padukuhan. Meskipun tidak dijadikan sampel penilaian, namun bisa dipastikan ada proses gotong royong kebersihan dan pemasangan atribut untuk mempercantik wajah padukuhan.
Usai penilaian, seluruh rombongan tim mohon pamit kepada seluruh masyarakat yang hadir. Pelepasan disampaikan oleh Sekdes Caturtunggal mewakili Kades Caturtunggal. Nantinya, hasil kejuaraan lomba ini akan diumumkan tanggal 15 Mei 2018 yang bertepatan dengan hari Jadi Kabupaten Sleman Ke-102 tingkat Kecamatan Depok sekitar pukul 07.30 di halaman Kantor Camat Depok.
Be the first to comment