Ketersedian Sembilan Bahan Pokok di Wilayah Kapanewon Depok Relatif Aman Jelang Hari Raya Idulfitri 1443 H

Menjelang Lebaran 2022 atau Idul Fitri 1443 H, kenaikan harga dan kelangkaan beberapa kebutuhan pokok selalu menjadi isu. Tingginya permintaan, tak berbanding lurus dengan ketersediaan kebutuhan pokok yang jumlahnya terbatas. Untuk mencegah adanya penimbunan dan permainan harga hingga ke tangan konsumen dengan harga yang tak terpaut jauh dengan HET (Harga Edaran Terendah), Pemerintah Kapanewon Depok sebagai ujung tombak dari Pemerintah Kabupaten Sleman di wilayah Depok, berinisiatif untuk memantau ketersediaan dan kondisi harga dari sembilan bahan pokok pada Tanggal 18-19 April 2022.

 

Tim pemantauan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini terdiri dari Panewu Depok, Bapak Wawan Widiantoro, S.IP, MPA, Panewu Anom, Bapak Djoko Muljanto, S.P., Kepala Jawatan Kemakmuran, Ibu Isti Fajaroh, SP, Kepala Jawatan Keamanan, Bapak Aris Widiantara, S.Sos., Kepala Jawatan Sosial, Bapak Subiyantara, S.Sos., Staf Jawatan Kemakmuran, Staf Jawatan Keamanan, dan Staf Jawatan Sosial Kapanewon Depok. Adapun lokasi pemantauan ini tersebar di sejumlah pasar tradisional (Pasar Setan, Pasar Sambilegi, Pasar Condongcatur, Pasar Kolombo, Pasar Nologaten), toko (Toko Aria Sambilegi), hingga ritel modern (Lotte Mart). Bapak Panewu Depok menjelaskan, bahwa “Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik pusat perbelanjaan masyarakat Depok. Adapun pemantauan ini dilakukan dalam rangka untuk memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok, termasuk minyak goreng menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat”.

Hasil pemantauan dari lokasi-lokasi tersebut adalah sebagai berikut; pertama, Pasar Setan di Kalurahan Maguwoharjo). Ketersediaan minyak goreng (minyak kemasan dan minyak curah) relatif aman, hanya saja tersedia dengan harga non-subsidi. Sedangkan untuk bahan pokok selain minyak goreng, stok relatif aman dengan distribusi bahan yang lancar dengan kenaikan harga yang kecil. Adapun untuk ketersediaan daging sapi dan ayam, stoknya relatif aman dengan kenaikan harga yang tidak terlalu signifikan.

 

Kedua, Pasar Sambilegi di Kalurahan Maguwoharjo. Ketersediaan minyak goreng kemasan relatif aman, hanya saja tersedia dengan harga non-subsidi. Sedangkan ketersediaan minyak goreng curah sangat langka. Di lain sisi, ketersediaan untuk bahan pokok, stoknya relatif aman dengan distribusi bahan yang lancar dengan kenaikan harga yang kecil. Adapun untuk ketersediaan daging sapi dan ayam, stoknya relatif aman dengan kenaikan harga yang tidak terlalu signifikan, namun justru daya beli masyarakat sedikit menurun.

 

Ketiga, Pasar Kolombo di Kalurahan Condongcatur. Ketersediaan minyak goreng ada di beberapa los pasar baik curah maupun kemasan. Untuk harga kemasan 25 ribu/ liter, sedangkan minyak curah seharga 20.000/ liter, dengan distribusi dan daya beli masyarakat yang stabil. Sedangkan untuk ketersediaan bahan pokok lainnya, stok relatif aman dengan distribusi yang lancar, namun harga beberapa produk ada yang mengalami kenaikan, meski tidak signifikan. Di sisi lain, ketersediaan daging sapi dan daging ayam relatif aman dan mudah didapat dengan harga Daging sapi 125.000/ kg tidak mengalami kenaikan, sedangkan haga daging ayam saat ini 40.000/ kg, naik 200 rupiah, sedangkan telur ayam mengalami kenaikan dari 22.000,- / kg menjadi 25.000 / kg.

 

Keempat, Pasar Condongcatur di Kalurahan Condongcatur. Ketersediaan minyak goreng relatif aman, baik curah maupun kemasan. Untuk harga kemasan di kisaran 25.500,-/ liter, sedangkan minyak curah 23.000,- hingga 24.000,-/ liter. Sedangkan, untuk ketersediaan bahan pokok lainnya, stok relatif aman dengan harga yang mengalami kenaikan namuni tidak signifikan. Adapun ketersediaan daging sapi dan daging ayam, stoknya juga relatif aman dan distribusi yang lancar dengan harga yang relatif naik, meski tidak signifikan, dimana daging sapi dijual dikisaran 135.000,- hingga 140.000,-, dan daging ayam dijual diharga 38.000,- / kg. Kecuali itu, Telur ayam ketersediaanya agak mengalami penurunan, akibatnya terjadi kenaikan harga dari 23.000,-/ kg menjadi 25.000,- / kg.

 

Kelima, Pasar Nologaten di Kalurahan Caturtunggal. Ketersediaan minyak goreng ada di beberapa los pasar baik curah maupun kemasan. Ketersediaan cukup banyak dengan harga minyak curah berkisar 21.000,-/ kg sedangkan untuk kemasan 25.000/kg. Sedangkan untuk ketersediaan bahan pokok lainnya, stoknya relatif aman dan distribusi lancar dengan harga di beberapa produk ada yang mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Adapun ketersediaan daging sapi dan daging ayam relatif aman dan mudah didapat dengan harga daging sapi yang tidak mengalami kenaikan sejak awal puasa, yakni di harga 130.000/kg, sedangkan untuk daging ayam mengalami kenaikan menjadi 40.000,-/ kg. Selain itu, hal penting lainnya adalah soal telur ayam yang ketersediaannya relatif aman dan lancar, namun harga telur ayam mengalami kenaikan dari 23.000/ kg menjadi 24.500,-/ kg.

 

Keenam, Toko Aria Sambilegi di Kalurahan Maguwoharjo. Ketersediaan minyak goreng kemasan relatif aman, namun minyak curah tidak ditemukan. Sedangkan ketersediaan sembilan bahan pokok relatif aman dengan harga yang stabil. Di toko yang menjual berbagai kue lebaran ini, Tim Pemantau melakukan pengecekan kadaluwarsa pada produk kue kaleng, kue kering, kue basah maupun makanan ringan serta minman kemasan. Ditemukan produk yang kadaluwarsa untuk roti basah dan coklat karena belum diambil oleh salesnya. Untuk roti kaleng dan makanan ringan, rata-rata tidak melebihi kadaluwarsa.

Ketujuh, Lottemart (Grosir) di Kalurahan Maguwoharjo. Ketersediaan minyak goreng kemasan cukup banyak dengan harga non subsidi, namun minyak curah tidak ditemukan. Sedangkan untuk ketersediaan bahan pokok selain minyak dan daging aman dan distribusi lancar dengan harga yang stabil. Adapun untuk ketersediaan daging ayam maupun daging sapi, stoknya relatif aman, meski mengalami kenaikan. Daya beli masyarakat relatif stabil mengingat konsumen di toko modern adalah kelas menengah ke atas, sehingga kenaikan harga tidak mempengaruhi daya beli. Sedangkan untuk pemantauan produk kue kaleng dan basah, semuanya aman dan tidak ada produk yang kadaluwarsa.

 

Dari pemantauan di tujuh lokasi pusat perbelanjaan masyarakat tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan minyak goreng relatif aman, meski minyak curah relatif langka. Sedangkan ketersediaan bahan pokok juga relatif aman dan mudah didapat, meski mengalami kenaikan yang kecil. Sedangkan ketersediaan daging sapi dan ayam serta telur ayam, juga relatif aman, meski mengalami kenaikan. Adapun soal kebutuhan lebaran yang berupa kue kaleng dan basah, peredarannya relatif aman dar isu kadaluwarsa, terutamka di ritel modern. Tentu saja semua hal tersebut berkaitan erat dengan daya beli masyarakat yang relatif meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Harapannya, dengan adanya pemantauan ini, Pemerinath Kabupaten Sleman, melalui Kapanewon Depok, ingin agar Negara hadir dalam menjamin adanya ketersediaan bahan pokok dan minyak goreng serta kebutuhan lebaran lainnya memiliki stok yang aman dengan distribusi yang lancar sehingga tidak menganggu kekhusyukan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

About admin 1050 Articles
Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*